A. PENGERTIAN
PERENCAAN SUMBER DAYA MANUSIA
Perencanaan
merupakan suatu kegiatan atau proses yang sangat penting dalam berbagai
kegiatan dalam suatu organisasi, termasuk dalam Manajemen Sumber Daya Manusia, sebab
perencaan merupakan prasyarat pelaksaan kegiatan yang akan dilakukan. Hal ini
dapat dipahami sebab secara umum perencanaan merupakan proses penentuan tujuan,
pengevaluasian berbagai arternatif pencapaiannya, dan penentuan tindakan yang
akan diambil. Dalam konteks Manajemen Sumber Daya Manusia, perencanaan merupakan proses
penentuan sumber daya manusia dan tindakan untuk mendapatkannya.
Perencanaan sumber daya manusia
adalah suatu proses sistematis yang digunakan untuk memprediksi permintaan dan
penyediaan SDM dimasa mendatang. Melalui program perencanaan SDM yang
sistematis dapat diperkirakan jumlah dan jenis tenaga kerja yang dibutuhkan
pada setiap periode tertentu seingga dapat membantu bagian SDM dalam perencanaan
rekrutmen, seleksi, serta pendidikan dan pelatihan.
Berbagai
pandangan mengenai definisi perencanaan sumber daya manusia seperti yang
dikemukakan oleh:
· Handoko (1997), Perencanaan sumber daya manusia atau
perencanaan tenaga kerja merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk
mengantisipasi permintaan-permintaan bisnis dan lingkungan pada organisasi di
waktu yang akan datang dan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tenaga kerja yang
ditimbulkan oleh kondisi-kondisi tersebut.
· Andrew
E. Sikula
(1981;145) mengemukakan bahwa: “Perencanaan
sumber daya manusia atau perencanaan tenaga kerja didefinisikan sebagai proses
menentukan kebutuhan tenaga kerja dan berarti mempertemukan kebutuhan tersebut
agar pelaksanaannya berinteraksi dengan rencana organisasi”.
· George
Milkovich dan Paul C. Nystrom (Dale Yoder, 1981:173). Perencanaan SDM merupakan proses
analisis dan identifikasi tersedianya kebutuhan akan sumber daya manusia
sehingga organisasi tersebut dapat mencapai tujuannya.
B.
TUJUAN
PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA
Adapun tujuan perencanaan sumber
daya manusia menurut Drs. Malayu S.P. Hasibuan yaitu :
1.
Untuk menentukan kualitas dan kuantitas
karyawan yang akan mengisi semua jabatan dalam perusahaan.
2.
Untuk menjamin tersedianya tenaga
kerja masa kini maupun masa depan, sehingga setiap pekerjaan ada yang
mengerjakannya.
3.
Untuk menghindari terjadinya
mismanajemen dan tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas.
4.
Untuk mempermudah koordinasi,
integrasi, dan sinkronisasi (KIS) sehingga produktivitas kerja meningkat.
5.
Untuk menghindari kekurangan dan/atau kelebihan karyawan.
6.
Untuk menjadi pedoman dalam
menetapkan
program penarikan, seleksi, pengembangan, kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan, kedisiplinan, dan
pemberhentian karyawan.
C.
MANFAAT
PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA
Dengan
perencaaan tenaga kerja diharapkan dapat memberikan beberapa manfaat baik bagi
perusahaan maupun bagi karyawan. Manfaat-manfaat tersebut antara lain: (Fitzal
Rivai, 2004)
1. Perusahaan dapat memanfaatkan sumber
daya manusia yang ada dalam perusahaan secara lebih baik. Perencanaan sumber
daya manusia pun perlu diawali dengan kegiatan inventarisasi tentang sumber
daya manusia yang sudah terdapat dalam perusahaan. Inventarisasi tersebut
antara lain meliputi:
· Jumlah karyawan yang ada
· Berbagai kualifikasinya
· Masa kerja masing-masing karyawan
· Pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, baik pendidikan
formal maupun program pelatihan kerja yang pernah diikuti
· Bakat yang masih perlu dikembangkan
· Minat karyawan, terutama yang berkaitan dengan kegiatan di
luar tugas pekerjaan
2. Melalui perencanaan sumber daya
manusia yang matang, efektifitas kerja juga dapat lebih ditingkatkan apabila
sumber daya manusia yang ada telah sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Standard
Operating Prosedure (SOP) sebagai pedoman kerja yang telah dimiliki yang
meliputi: suasana kerja kondusif, perangkat kerja sesuai dengan tugas
masing-masing sumber daya manusia telah tersedia, adanya jaminan keselamatan
kerja, semua sistem telah berjalan dengan baik, dapat diterapkan secara baik fungsi
organisasi serta penempatan sumber daya manusia telah dihitung berdasarkan
kebutuhan dan beban kerja.
3. Produktivitas dapat lebih
ditingkatkan apabila memiliki data tentang pengetahuan, pekerjaan, pelatihan
yang telah diikuti oleh sumber daya manusia. Dengan mengikutsertakan karyawan
dalam berbgai pendidikan dan pelatihan, akan mendorong karyawan untuk
meningkatkan produktivitas kerjanya. Melalui pendidikan dan pelatihan dapat
meningkatkan kemampuan dan keterampilan sumber daya manusia yang diikuti dengan
peningkatan disiplin kerja yang akan menghasilkan sesuatu secara lebih
professional dalam menangani pekerjaan yang berkaitan langsung dengan
kepentingan perusahaan.
4. Perencanaan sumber daya manusia
berkaitan dengan penentuan kebutuhan tenaga kerja di masa depan, baik dalam
arti jumlah dan kualifikasinya untuk mengisi berbagai jabatan dan
menyelengarakan berbagai aktivitas baru kelak.
5. Salah satu segi manajemen sumber
daya manusia yang dewasa ini dirasakan semakin penting ialah penaganan
informasi ketenagakerjaan. Dengan tersedianya informasi yang cepat dan akurat
semakin penting bagi perusahaan, terutama perusahaan yang memiliki sumber daya
manusia yang banyak dengan cabang yang tersebar di berbagai tempat (baik dalam
negeri maupun di luar negeri).
Dengan adanya informasi ini akan
memudahkan manajemen melakukan perencanaan sumber daya manusia (Human Resources
Information) yang berbasis pada teknologi canggih merupakan suatu kebutuhan
yang tidak dapat dihindarkan di era perubahan yang serba cepat.
6. Seperti telah dimaklumi salah satu
kegiatan pendahuluan dalam melakukan perencanaan termasuk perencanaan sumber
daya manusia adalah penelitian. Berdasarkan
bahan yang diperoleh dan penelitian yang dilakukan untuk kepentingan perencanaan
sumber daya manusia, akan timbul pemahaman yang tepat tentang situasi pasar
kerja dalam arti:
a. Permintaan pemakai tenaga kerja atas tenaga kerja dilihat
dan segi jumlah, jenis, kualifikasi dan lokasinya.
b. Jumlah pencari pekerjaan beserta bidang keahlian,
keterampilan, latar belakang profesi, tingkat upah atau gaji dan
sebagainya.Pemahaman demikian penting karena bentuk rencana yang disusun dapat
disesuaikan dengan situasi pasaran kerja tersebut.
7. Rencana sumber daya manusia merupakan
dasar bagi penyusunan program kerja bagi satuan kerja yang menangani sumber
daya manusuia dalam perusahaan. Salah satu aspek program kerja tersebut adalah
pengadaan karyawan baru guna memperkuat tenaga kerja yang sudah ada demi
peningkatan kemampuan perusahaan mencapai tujuan dan berbagai sasarannya. Tanpa
perencanaan sumber daya manusia, sukar menyusun program kerja yang realistik.
8. Mengetahui pasar tenaga kerja. Pasar
kerja merupakan sumber untuk mencari calon-calon sumber daya manusia yang
potensial untuk diterima (recruiting) dalam perusahaan. Dengan adanya data
perencanaan sumber daya manusia di samping mempermudah mencari calon yang cocok
dengan kebutuhan, dapat pula digunakan untuk membantu perusahaan lain yang
memerlukan sumber daya manusia.
9. Acuan dalam menyusun program
pengembangan sumber daya manusia. Perencanaan sumber daya manusia dapat dijadikan sebagi salah
satu sumbangan acuan, tetapi dapat pula berasal dari sumber lain. Dengan adanya
data yang lengkap tentang potensi sumber daya manusia akan lebih mempermudah
dalam menyusun program yang lebih matang dan lebih dapat dipertanggungjawabkan.
Berdasarkan hal-hal tersebut, dapat diketahui manfaat dari perencanaan sumber
daya manusia dalam suatu perusahaan sebagai sesuatu yang sangat penting, demi
kelancaran dan tercapainya tujuan dari perusahaan.
D.
PENTINGNYA
PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA
1) Tingkat
Perorangan
Perencanaan sumber daya manusia
sangat penting bagi kepentingan individu karena perencanaan dapat membantu
meningkatkan ketrampilan. Kepuasan individu dapat lebih mudah dicapai melalui
perencanaan karier yang terarah.
2) Tingkat
Perusahaan
Organisasi atau lembaga menggunakan
perencanaan sumber daya manusia untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitasnya
dalam jangka panjang. Organisasi harus merekrut tenaga kerja yang berkualitas
tinggi untuk dipekerjakan sehingga dapat bekerja secara produktif.
3) Tingkat
Nasional
Masalah sumber daya manusia
ditingkat nasional terkait dengan jumlah, komposisi, keragaman, dan angkatan
kerja yang ada pada suatu Negara. Teknologi yang sangat berperan dalam industri akhir-akhir ini sangat membutuhkan
sumber daya manusia yang lebih terampil
dalam bidang iptek, manajerial dan inovatif terhadap perubahan-perubahan yang
terjadi. Sangat perlu disiapkan sumber daya-sumber daya yang berkualitas dan
unggul untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat untuk produktivitas yang lebih
baik dan tanggung jawab sosial yang tinggi.
E.
FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA
Proses
perencanaan sumber daya manusia dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara
lain: (Handoko, 1997, p. 55-57)
1. Lingkungan
Eksternal
Perubahan-perubahan
lingkungan sulit diprediksi dalam jangka pendek dan kadang-kadang tidak mungkin
diperkirakan dalam jangka panjang.
a. Perkembangan ekonomi mempunyai pengaruh yang besar tetapi
sulit diestimasi. Sebagai contoh tingkat inflasi, pengangguran dan tingkat
bunga sering merupakan faktor penentu kondisi bisnis yang dihadapi perusahaan.
b. Kondisi sosial-politik-hukum mempunyai implikasi pada
perencanaan sumber daya manusia melalui berbagai peraturan di bidang
personalia, perubahan sikap dan tingkah laku, dan sebagainya.
c. Perkembangan teknologi/komputer secara dahsyat merupakan contoh jelas
bagaimana perubahan teknologi menimbulkan gejolak sumber daya manusia.
d. Para pesaing merupakan suatu tantangan eksternal lainnya
yang akan mempengaruhi permintaan sumber daya manusia organisasi. Sebagai
contoh, “pembajakan” manajer akan memaksa perusahaan untuk selalu menyiapkan
penggantinya melalui antisipasi dalam perencanaan sumber daya manusia.
2. Keputusan-keputusan
Organisasional
Berbagai keputusan pokok
organisasional mempengaruhi permintaan sumber daya manusia.
a. Rencana strategis perusahaan adalah keputusan yang paling
berpengaruh. Hal ini
mengikat perusahaan dalam jangka panjang untuk mencapai sasaran-sasaran seperti
tingkat pertumbuhan, produk baru, atau segmen pasar baru. Sasaran-sasaran
tersebut menentukan jumlah dan kualitas karyawan yang dibutuhkan di waktu yang
akan datang.
b. Dalam jangka pendek, para perencana menterjemahkan
rencana-rencana strategi menjadi operasional dalam bentuk anggaran. Besarnya
anggaran adalah pengaruh jangka pendek yang paling berarti pada kebutuhan
sumber daya manusia.
c. Forecast penjualan dan produksi meskipun tidak setepat
anggaran juga menyebabkan perubahan kebutuhan personalia jangka pendek.
d. Perluasan usaha berarti kebutuhan sumber daya manusia baru.
e. Begitu juga, reorganisasi atau perancangan kembali
pekerjaan-pekerjaan dapat secara radikal merubah kebutuhan dan memerlukan
berbagai tingkat ketrampilan yang berbeda dari para karyawan di masa mendatang.
3. Faktor-faktor
Persediaan Karyawan
Permintaan
sumber daya manusia dimodifakasi oleh kegiatan-kegiatan karyawan. Pensiun,
permohonan berhenti, terminasi, dan kematian semuanya menaikkan kebutuhan
personalia. Data masa lalu tentang faktor-faktor tersebut dan trend
perkembangannya bisa berfungsi sebagai pedoman perencanaan yang akurat.
F.
HAMBATAN,
KENDALA DAN TANTANGAN DALAM PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA
Guna meminimalkan resiko kesalahan
dari perencanaan, ada beberapa hambatan utama, kendala dan
tantangan dalam
perencanana dan penempatan tujuan yang mesti dipahami oleh semua jajaran
manajemen dan karyawan.
1)
Hambatan dalam perencanaan:
a. Tujuan yang tidak tepat
b. System kompensasi yang tidak tepat
c. Lingkungan eksternal yang tidak komplek dan dinamis
d. Kondisi persaingan yang semakin tajam
e. Keengganan untuk mengubah tujuan
f. Tidak memahami organisasi yang semakin dinamis
g. Terjadi konflik internal organisasi antara manajemen dan
buruh
2)
Mengatasi hambatan:
Salah
satu cara mengatasi hambatan perencanaan adalah dengan memahami tujuan
perencanaan dan proses penetapan tujuan. Meskipun bukan salah satu dalam mengatasi
masalah, tetapi paling tidak dapat membantu pengambilan keputusan. System
informasi dapat pula membantu pencapaian efektivitas perencanaan. Alat bantu
ini diharapkan dapat meminimalkan tingkat risiko dan ketidakpastian hasil yang
ada.
3)
Kendala-kendala Perencanaan Sumber Daya Manusia
a. Standar
Kemampuan SDM
Standar
kemampuan SDM yang pasti dan akurat belum ada, akibatnya informasi kemampuan
SDM hanya ramal-ramalan (prediction)
saja yang sifatnya subjektif. Hal ini menjadi kendala yang serius dalam PSDM
untuk menghitung potensi SDM secara pasti, seperti informasi energy mesin.
b. Manusia
(SDM) makhluk hidup
Manusia
sebagai makhluk hidup tidak dapat dikuasai sepenuhnya seperti mesin. Hal ini
menjadi kendala PSDM, karena itu sulit memperhitungkan segala sesuatunya dalam
rencana.
c. Situasi
SDM
Persediaan,
mutu, dan penyebaran penduduk yang kurang mendukung kebutuhan SDM perusahaan.
Hal ini menjadi kendala proses perencanaan sumber daya manusia yang baik dan
benar.
d. Kebijaksanaan
Perburuhan pemerintah
Kebijaksanaan
perburuhan pemerintah, seperti kompensasi, jenis kelamin, WNA, dan kendala lain
dalam PSDM untuk membuat rencana yang baik dan tepat.
4) Tantangan
Dalam
Perencanaan
Sumber Daya Manusia
Tantangan dalam perencanaan sumber daya manusia, ada
yang bersifat eksternal dan internal.
a)
Tantangan eksternal, meliputi: bidang Ekonomi, sosial politik,
perundang-undangan, teknologi, dan persaingan.
b) Tantangan internal, meliputi: anggaran, estimasi produk dan
penjualan, usaha atau kegiatan baru, dan sebagainya.
G. PROSES
DALAM PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA
Perencanaan
SDM merupakan proses analisis dan identifikasi
tersedianya kebutuhan akan sumber daya manusia sehingga organisasi
tersebut dapat mencapai tujuannya.
1.
Kepentingan
Perencanaan SDM
Ada tiga kepentingan dalam perencanaan sumber daya manusia (SDM), yaitu:
· Kepentingan Individu.
· Kepentingan Organisasi.
· Kepentingan Nasional.
2. Komponen-komponen
Perencanaan SDM
Terdapat beberapa komponen yang
perlu diperhatikan dalam perencanaan SDM, yaitu:
· Tujuan
Perencanaan
SDM harus mempunyai tujuan yang berdasarkan kepentingan individu, organisasi
dan kepentingan nasional. Tujuan perencanaan SDM adalah menghubungkan SDM yang
ada untuk kebutuhan perusahaan pada masa yang akan datang untuk menghindari
mismanajemen dan tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas.
Faktor yang perlu diperhatikan dalam
merumuskan tujuan adalah :
a.
Sejarah
b.
Kemampuan organisasi
c.
Lingkungan organisasi
d. Focus pada pasar
e.
Dapat dicapai
f.
Dapat memotivasi
g.
Spesifik
· Perencanaan Organisasi
Perencanaan
Organisasi merupakan aktivitas yang dilakukan perusahaan untuk mengadakan
perubahan yang positif bagi perkembangan organisasi. Peramalan SDM dipengaruhi secara
drastis oleh tingkat produksi. Tingkat produksi dari perusahaan penyedia
(suplier) maupun pesaing dapat juga berpengaruh. Meramalkan SDM, perlu
memperhitungkan perubahan teknologi, kondisi permintaan dan penawaran, dan
perencanaan karir.
Kesimpulannya,
PSDM memberikan petunjuk masa depan, menentukan dimana tenaga kerja diperoleh,
kapan tenaga kerja dibutuhkan, dan pelatihan dan pengembangan jenis apa yang
harus dimiliki tenaga kerja. Melalui
rencana suksesi, jenjang karier tenaga kerja dapat disesuaikan dengan kebutuhan
perorangan yang konsisten dengan kebutuhan suatu organisasi.
· Syarat – syarat perencanaan SDM
a. Harus mengetahui secara jelas
masalah yang akan direncanakannya.
b. Harus mampu mengumpulkan dan
menganalisis informasi tentang SDM.
c. Harus mempunyai pengalaman luas
tentang job analysis, organisasi dan situasi persediaan SDM.
d. Harus mampu membaca situasi SDM masa
kini dan masa mendatang.
e. Mampu memperkirakan peningkatan SDM
dan teknologi masa depan.
f. Mengetahui secara luas peraturan dan
kebijaksanaan perburuhan pemerintah.
· Audit sumber daya manusia
Audit juga merupakan pemeriksaan
kualitas secara menyeluruh kegiatan-kegiatan personalia dalam suatu departemen,
divisi atau organisasi.
Manfaat audit sumber daya manusia :
a. Memberikan kontribusi kepada departemen personalia organisasi.
b. Kesamaan dalam penetapan kebijaksanaan dan praktik-praktik
personalia.
c. Memberikan rasa profesionalisme dan tanggung jawab diantara karyawan.
· Peramalan sumber daya manusia
Peramalan SDM pada sisi permintaan
berupaya untuk memperkirakan kebutuhan
tenaga kerja organisasi dimasa mendatang. Teknik yang dapat dipakai antara lain
teknik Delphi, ekstrapolasi, analisis computer, indeksasi, new venture analysis, dan masih banyak lagi. Tentunya, metode apa
pun yang akan digunakan harus memiliki pertimbangan keakuratan, validitas, dan
efisien dari sisi angaran.
3. Proses
Perencanaan SDM
Strategi
SDM adalah alat yang digunakan untuk membantu organisasi untuk mengantisipasi dan
mengatur penawaran dan permintaan SDM. Strategi SDM ini memberikan arah secara
keseluruhan mengenai bagaimana kegiatan SDM akan dikembangkan dan dikelola.
Pengembangan rencana SDM merupakan rencana jangka panjang. Contohnya, dalam
perencanaan SDM suatu organisasi harus mempertimbangkan alokasi orang-orang
pada tugasnya untuk jangka panjang tidak hanya enam bulan kedepan atau hanya
untuk tahun kedepan. Alokasi ini membutuhkan pengetahuan untuk dapat meramal
kemungkinan apa yang akan terjadi kelak seperti perluasan, pengurangan
pengoperasian, dan perubahan teknologi yang dapat mempengaruhi organisasi
tersebut.
Adapun proses perencanaan tersebut adalah:
· Prosedur perencanaan SDM.
· Menetapkan secara jelas kualitas dan kuantitas SDM yang
dibutuhkan.
· Mengumpulkan data dan informasi tentang SDM.
· Mengelompokkan data dan informasi serta menganalisisnya.
· Menetapkan beberapa alternative.
· Memilih yang terbaik dari alternative yang ada menjadi
rencana.
· Menginformasikan rencana kepada para karyawan untuk
direalisasikan.
Metode
Perencanaan SDM, dikenal
atas metode nonilmiah dan metode ilmiah. Metode nonilmiah diartikan bahwa
perencanaan SDM hanya didasarkan atas pengalaman, imajinasi, dan
perkiraan-perkiraan dari perencanaanya saja. Rencana SDM semacam ini risikonya
cukup besar, misalnya kualitas dan kuantitas tenaga kerja tidak sesuai dengan
kebutuhan perusahaan. Akibatnya timbul mismanajemen dan pemborosan yang
merugikan perusahaan.
Metode
ilmiah diartikan bahwa Perencanaan SDM dilakukan berdasarkan atas hasil
analisis dari data, informasi, dan peramalan (forecasting) dari perencananya.
Rencana SDM semacam ini risikonya relative kecil karena segala sesuatunya telah
diperhitungkan terlebih dahulu.
4. Pengevaluasian
Rencana SDM
Jika
perencanaan SDM dilakukan dengan baik, akan diperoleh keuntungan-keuntungan
sebagai berikut:
· Manajemen puncak memiliki pandangan yang lebih baik terhadap
dimensi SDM atau terhadap keputusan-keputusan bisnisnya.
· Biaya SDM menjadi lebih kecil karena manajemen dapat
mengantisipasi ketidakseimbangan sebelum terjadi hal-hal yang dibayangkan
sebelumnya yang lebih besar biayanya.
· Adanya kesempatan yang lebih baik untuk melibatkan wanita
dan golongan minoritas didalam rencana masa yang akan datang. Pengembangan para
manajer dapat dilaksanakan dengan lebih baik.
H.
SISTEM
PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA
Ada 4 kegiatan yang saling
berhubungan dalam sistem perencanaan SDM, yaitu:
1. Inventarisasi
persediaan SDM
Pencatatan
atau pendataan jumlah SDM yang ada dalam melaksanakan tugas disuatu organisasai, atau dengan kata lain
pencatatan atau pengumpulan data tentang kegiatan, hasil yg dicapai, pendapat
umum, sekarang atau yang sedang terjadi.
2.
Forecast
SDM/peramalan SDM
Peramalan
SDM berguna untuk memprediksi permintaan karyawan dimasa datang. Metode peramalan ketersediaan/penawaran tenaga kerja (supply) dari
sumber eksternal terdiri atas:
a) Perencanaan rekrutmen dan seleksi
b) Pasar tenaga kerja
Memprediksi
permintaan tenaga kerja (demand) mendatang lebih rumit dan subjektif daripada
memprediksi ketersediaan tenaga kerja (supply), karena banyak faktor yang mempengaruhinya.
Adapun
faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan tenaga kerja (Simamora, 1997:176)
terdiri atas:
· Perubahan lingkungan eksternal
· Perubahan kondisi organisasi
· Perubahan kondisi tenaga kerja
3. Penyusunan
rencana SDM
Penyusunan
rencana SDM dapat diartikan sebagai suatu proses menentukan kebutuhan akan
tenaga kerja berdasarkan peramalan pengembangan, pengimplementasian, dan
pengendalian kebutuhan tersebut yang berintegrasi dengan perencanaan organisasi
agar tercipta jumlah pegawai, penempatan pegawai yang tepat dan bermanfaat
secara ekonomis.
4. Pengawasan
dan Evaluasi
Pengawasan
dan Evaluasi Sumber Daya Manusia dapat berupa apa saja tentang manusia dalam
organisasi. Pengawasan dan evaluasi sumber daya manusia merupakan fungsi yang
harus dilakukan oleh setiap pemimpin terhadap anak buahnya. Dengan demikian,
fungsi manajemen sumber daya manusia ini sama pentingnya dengan perencanaan dan
pelaksanaan. Pelaksanaan merupakan langkah lanjut dari perencanaan, tetapi sesudah
dilaksanakan menyusul kedua fungsi ini karena pengendalian dan pengawasanlah
yang dapat menyatakan apakah pelaksanaan sudah berhasil sesuai dengan yang
direncanakan.
I.
ANALISIS
SWOT DALAM PERENCANAAN SDM
Perkembangan strategi SDM membutuhkan pemikiran kedepan, pengambilan keputusan
secara terpadu, prosedur yang dirumuskan dan diprogramkan, yang semuanya
dilakukan secara keseluruhan misi dan idealnya dalam konteks sumber potensial
dan keunikan. Perencanaan SDM merangkum setiap komponen tersebut dalam hal
strategi ini. Sementara kita secara tipikal memfokuskan pada teknik khusus yang
digunakan dalam perencanaan SDM, teknik ini adalah alat sederhana memecahkan
masalah internal organisasi dalam kaitannya dengan strategi organisasi.
Identifikasi
dan analisis terhadap SWOT :
· Kekuatan (strengths)
Suatu organisasi harus memantau
kekuatan organisasi dan pelaku organisasi yang mempengaruhi kemampuannya
memperoleh laba. Salah satu aspek program kerja adalah pengadaan karyawan baru
guna memperkuat tenaga kerja yang sudah ada demi peningkatan kemampuan
perusahaan mencapai tujuan dan berbagai sasarannya. Tanpa perencanaan sumber
daya manusia, sukar menyusun program kerja yang realistik.
· Kelemahan (Weakness)
Misalnya, jika jumlah pegawai dalam
suatu perusahaan lebih besar daripada kebutuhan yang diharapkan, maka hal itu
mengimplikasikan bahwa perusahaan kurang baik memanfaatkan sumber daya
manusianya dan sebaliknya.
· Peluang (opportunity)
Misalnya, kita merekrut para tenaga
kerja yang memiliki skill atau kemampuan yang sesuai dengan bidang atau
keahliannya untuk bergabung dalam suatu organisasi di suatu perusahaan untuk
mencapai tujuan organisasi tersebut.
· Ancaman (Treats)
Misalnya, jika para pegawai dalam
suatu perusahaan yang memiliki skill atau keahlian pada waktu tertentu akan
pensiun, maka itu akan menjadi sebuah ancaman terhadap keberlangsungan
aktivitas atau kegiatan dalam suatu perusahaan.
KESIMPULAN
Proses strategi manajemen :
|
PENILAIAN LINGKUNGAN
|
PENGAMBANGAN STRATEGI
|
PENERAPAN STRATEGI
|
|
· Telitilah lingkungan internal dan eksternalnya
· Lakukan penilaian kekuatan, kelemahan, harapan dan
tantangan (SWOT)
· Definisikan kemampuan utama dan manfaat kompetitifnya
· Definisikan persoalan-persoalan strategis
|
· Tinjau dan revisilah visi dan misi
· Susunlah tujuan strateginya
· Kembangkan rncana kegiatan
· Alokasikan sumber dayanya
|
· Luruskan harapan, organisasi, personalia, dan kemampuan
manajemen
· Terapkan system dan teknologi
· Evaluasi efektivitasnya
|
Perencanaan sumber daya manusia atau
perencanaan tenaga kerja merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk
mengantisipasi permintaan-permintaan bisnis dan lingkungan pada organisasi di
waktu yang akan datang dan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tenaga kerja yang
ditimbulkan oleh kondisi-kondisi tersebut.
Perencanaan
sumber daya manusia (Human Resource Planning) merupakan salah satu fungsi dalam
Manajemen Sumber daya manusia yang mengorientasi pada bagaimana menyusun
langkah-langkah strategi menyiapkan sumber daya manusia (pegawai/karyawan)
dalam suatu organisasi secara tepat dalam jumlah dan kualitas yang diperlukan.
Perencanaan SDM sebagai proses manajemen dalam menentukan pergerakan sumber
daya manusia organisasi dari posisinya saat ini menuju posisi yang diinginkan
di masa depan dengan menggunakan data sebagai pedoman perencanaan di masa
depan.
Dalam
pelaksanaannya, perencanaan sumber daya manusia harus disesuaikan dengan
strategi tertentu. Hal ini dimaksudkan untuk meminimalisikan adanya kesenjangan
agar tujuan dengan kenyataan dan sekaligus menfasilitasi keefektifan organisasi
dapat dicapai. Perencanaan sumber daya manusia harus diintegrasikan dengan
tujuan perencanaan jangka pendek dan jangka panjang organisasi.
Sumber :
Ø
https://www.ekomarwanto.com/2011/10/ringkasan-manajemen-sumber-daya-manusia.html
Ø
Rahmawati Ike Kusdayah. 2008 . Manajemen Sumber Daya Manusia.Yogyakarta:
CV.ANDI
Ø
Hasibuan, Malayu S.P. 1989. Manajemen, Dasar, Pengertian, dan Masalah. Jakarta : CV Haji
Masagung
Ø
Mangkunegara Anwar Prabu. 2008 . Manajemen Sumber Daya Perusahaan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Ø
Yustika Ahmad Erani, 2007, Perekonomian
Indonesia, FE UNIBRAW, Malang.
Ø
Nursanti, T.Desy, 2002, Strategi Terintegrasi
Dalam Perencanaan SDM , dalam Usmara, A (ed), Paradigma Baru Manajemen Sumber
Daya Manusia, Yogyakarta, Amara books.
Ø
Derek Torrington Dan Tan Chwee Huat,
Hummanresource Management For South East Asian Marihot Tua Efendi Hariandja,
Drs.,M.Si
Tidak ada komentar:
Posting Komentar